Senin, 09 Juli 2012

Koperasi Berpotensi Didaftarkan sebagai Koperasi Kelas Dunia

Jakarta. Koperasi berpotensi di Indonesia yang memenuhi syarat segera didaftar agar bisa masuk dalam list 300 koperasi terbaik kelas dunia versi ICA (International Cooperative Alliance). Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Pariaman Sinaga, di Jakarta, Selasa (25/10), mengatakan, pihaknya sedang mendata koperasi-koperasi khususnya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Koperasi Jasa Keuangan (KJK)/Syariah yang potensial di Indonesia. "Koperasi yang bergerak di bidang simpan pinjam ini mendominasi jumlah keseluruhan koperasi di Indonesia," katanya.

Untuk itu, Pariaman menilai perlu langkah khusus agar dapat mengantarkan KSP/KJKS menjadi berkelas dunia. Ia berpendapat, pada dasarnya sudah ada koperasi di Indonesia yang memenuhi syarat untuk didaftarkan dalam list 300 koperasi terbaik kelas dunia rilisan ICA. "Kami mencoba menjaring mereka dalam sebuah kompetisi KSP/KJK/S award yang segera kami gelar bulan depan," katanya.

Sampai saat ini sudah 129 koperasi yang mendaftarkan diri dalam ajang tersebut. Saat ini Kementerian Koperasi dan UKM mendata jumlah koperasi di Indonesia mencapai 186.987 unit dengan anggota sebanyak 30.479.955 orang.

Sementara jumlah KSP/KJKS berkembang hingga 71.365 unit dengan total pemberian pinjaman sebesar Rp9,5 triliun dan mampu melayani 6.125.766 anggota.

Data tersebut dinilai mampu menggambarkan KSP/KJKS sebagai lembaga keuangan mikro yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lembaga intermediasi di sektor keuangan bagi UMKM. Sayangnya sampai saat ini belum ada koperasi di Indonesia masuk dalam daftar 300 koperasi kelas dunia yang dirilis ICA.

Padahal di tingkat dunia koperasi telah muncul koperasi-koperasi besar sejak 6 tahun lalu yakni 300 koperasi kelas dunia yang tersebar di 28 negara di antaranya Jepang Zen-Non, Korea National Agriculture Cooperative Federation (NACF), Singapore NTUC Income, Amerika Serikat Wakefem Food Corporation, dan Denmark Aria Food.

Koperasi kelas dunia tersebut umumnya memiliki ciri kelembagaan yang kuat, orientasi kepentingan usaha kepada anggota dan masyarakat umum, menerapkan manajemen usaha yang efisien, hingga jaringan usaha dan pelanggan luas dengan dukungan informasi teknologi yang andal.

Selain itu, mereka memiliki volume usaha US$ 63,445 miliar – US$ 654 miliar dan aset US$ 18,449 miliar – US$ 467 miliar. Di Indonesia, kata Pariaman, sudah ada koperasi yang asetnya memenuhi syarat tersebut.    "Kami harapkan sesegera mungkin minimal tahun depan sudah akan ada koperasi Indonesia masuk dalam daftar koperasi terbaik kelas dunia," kata Pariaman Sinaga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar